KABAREALITA.COM-PINRANG SULSEL, Pelepasliaran tukik (Penyu) sebanyak sebanyak 100 ekor di Pantai Lowita, wisata kampung kreasi, Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, yang setelahnya dilanjutkan sosialisasi kepada pengunjung tentang penyu, Sabtu (15/05/2021).
Tukik (penyu) mampu dilepasliarkan ketika sudah dipelihara selama kurang lebih 40 hari. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa komunitas yang ada di Kabupaten Pinrang dan pengunjung Jenis tukik yang dilepasliarkan adalah spesies Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea).
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem penyu di perairan Indonesia.

Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Pinrang sudah memiliki kesadaran lebih untuk melestarikan dan menjaga habitat penyu, sebagai bukti nyata peran masyarakat adalah terbentuknya kelompok pemuda yang ikut menjaga dan memelihara telur-telur penyu yang ditemukan oleh warga sekitar.
Kelompok tersebut 5 Putra Pesisir yang di gerakkan oleh pemuda Suppa dimana kelompok pemuda tersebut telah menjaga kelestarian penyu dengan melakukan kegiatan konservasi berupa pemindahan telur penyu, melakukan penetasan semi alami, pembesaran tukik, dan pelepasliaran tukik ke habitat asalnya. Dengan program adopsi penyu adopsi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta modal membeli telur dari warga sehingga tidak menjual di pengepul telur penyu.
Ali Topan ikut hadir saat pelepasan tukik inilah pemuda yang harus kita support dalam hal penyelamatan penyu dari kepunahan tidak sembarang orang yang mau peduli seperti ini mari merawat alam ini beserta isinya, ketika kita sudah peduli Insyallah akan banyak ikut juga peduli “menolak punah” ungkap Pendiri Bank Sampah Pinrang saat di komfirmasi kabarealita.com

Lanjut Ali topan “Kegiatan konservasi ini merupakan salah satu cara untuk menjaga kelestarian habitat penyu di Indonesia. Adanya kesadaran masyarakat sekitar mengenai perlindungan penyu mempunyai peran penting untuk menjaga kelestariannya,” tuturnya.
Penyu merupakan salah satu fauna yang dilindungi karena populasinya yang terancam punah. Reptil laut ini mampu bermigrasi dalam jarak yang sangat jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan Asia Tenggara. Di dunia ada 7 jenis penyu dan 6 diantaranya terdapat di Indonesia. Konservasi merupakan salah satu kegiatan yang sangat diharapkan dapat mencegah punahnya habitat penyu karena predator alami maupun manusia.
(*Aba/tp)








